Seketika itu, saya menyadari bahwa Tuhan memberi saya sakit yang harus diopname di rumah sakit itu, sebagai bentuk nyata dari tindakan Tuhan yang menghendaki agar pola pikir dan keimanan saya harus berubah menjadi iman yang hidup dan bersandar pada Tuhan dan tentunya hajaran Tuhan ini memberi makna agar saya harus lebih banyak mengenal dan lebih dekat kepada Tuhan yang menciptakan kita dan Markus 6: 53-56, merupakan narasi Yesus yang menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret. Pelayanan Yesus melakukan banyak mujizat penyembuhan tersiar ke mana-mana. Sehingga orang-orang menjadi tahu. Saat Yesus dan murid-murid-Nya sampai di Genesaret, menimbulkan reaksi yang cepat dari orang-orang untuk membawa orang sakit datang padaNya. Berdiakonia adalah pelayanan kasih untuk kesejahteraan manusia (orang lain). Dalam berdiakonia harus ada kesadaran, memberi uluran kepada sesama. Sehingga, berdiakonia juga dapat diartikan berkorban. Berkorban adalah syarat mutlak untuk mendatangkan kesejahteraan bagi orang lain. Ini keputusan teologis karena gereja di Indonesia melihat bahwa Sekumpulan orang yang beriman kepada Yesus menyaksikan bagaimana Yesus mengajar dengan kuasa dan mukjizat, serta menyembuhkan orang sakit (Markus 1:21-28). Dari situ, hati mereka tergerak untuk menolong teman sekampung mereka yang sejak kecil lumpuh dan tersisih hidupnya. Mereka beriman Yesus mampu menyembuhkan maka mereka tidak diam saja. Berdoa untuk kesembuhan diri sendiri maupun untuk orang lain tidak pernah salah. Alkitab memberitahu kita untuk beroda atas apapun yang kita butuhkan, termasuk kebebasan dari rasa sakit. Namun, kesembuhan tidak selalu terjadi, bahkan bagi orang paling mengasihi dan berpusat pada Tuhan sekalipun. Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Februari 2015. Baca: Mazmur 29:1-11. "Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar." Mazmur 29:3. Ketika berada di dalam badai, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu siapa dan apa penyebabnya. "Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia." 3. "Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arsyi yang megah agar menyembuhkanmu." 4. "Ya Allah, biarkan temanku yang sakit merasakan kehadiran-Mu yang menguatkan hidupnya terutama selama M1lpwJe.

renungan untuk menguatkan orang sakit